Jumat, 29 November 2019

P11-TM-Fungsi Fungsi Protokol

Disini saya akan menjelaskan Fungsi-Fungsi Protokol di bawah ini seperti :

  • ICMP
  • POP3
  • SMTP
  • FTP
  • ARP
  • IPV4
  • IPV6 
Lansung saja saya jelaskan karna Waktu Adalah UangTime is money )

1. ICMP ( Internet Control Message Protocol )

ICMP adalah sebuah kependekan dari apa yang kita kenal dari nama ( Internet Control Message Protocol ). Dari namanya maka kita sudah bisa ketahui bahwa icmp ini merupakan salah satu protocol jaringan yang di gunakan di dalam jaringan internet, di samping protocol-protocol lainnya, seperti TCP/IP. ICMP ini seringkali dikenal sebagai salah satu protocol inti pada keluarga protocol internet, jadi hal ini membuat ICMP memiliki peran dan fungsi yang penting di dalam sebuah jaringan internet.

Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari protocol ICMP ini :

A. Membantu proses error handing / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan

Error merupakan salah satu gejala yang paling sering terjadi di dalam sebuah jaringan komputer. Error biasanya terjadi ketika pesan dan request tidak dapat tersampaikan ke host, ataupun koneksi terputus atau kehilangan koneksi dalam proses transmisi data di dalam jaringan komputer.

B. Membantu Control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan

        Control Procedure atau prosedur pengontrolan juga merupakan tugas dan fungsi utama dari protocol ICMP ini. ICMP bertugas untuk mengatur dan mengontrol segala macam bentuk penganturan pada sebuah jaringan komputer.

C. Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan

         Pengendalian error atau error handing sudah di bahas pada poin sebelumnya. Akan tetapi, selain melakukan pengendalian error atau error handing ini, ICMP juga memiliki tugas juga fungsi lainnya, yaitu melakukan pengenalian terhadap harus informasi yang di transmisikan pada network layer atau lapisan jaringan.

D. Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya.
        Tugas pendeteksian dan juga pelaporan akan terjadinya error juga merupakan tugas dan fungsi utama dari ICMP ini. ICMP merupakan protocol yang memiliki peran penting ketika terjadi error pada sebuah jaringan atau network.

2. POP3 ( Post Office Protocol versi 3 )

       POP3 adalah salah satu hal yang paling sering anda gunakan sehari - hari tanpa anda sadari. YA, POP3 adalah sebuah protocol internet atau jaringan yang di gunakan untuk mengambil surat elektronik atau email dari server email ke dalam device ataiu client email yang anda miliki. POP3 kependakan dari ( Post Office Protocol versi 3 ). Sesuai dengan namanya, POP3 adalah sebuah protocol di dalam jaringan internet yang memiliki fungsi seperti bis surat, dan digunakan di dalam email client yang kita miliki untuk mengambil email atau surat elektronik yang masuk.

   Fungsi dari POP3

     Nah, Seperti yang sudah di jelaskan sebelumnya, POP3 adalah sebuah protocol internet yang di gunakan untuk mengakses email atau surat elektronik yang masuk kedalam email client, fungsi utama dari POP3 ini adalah untuk menyimpan sementara email yang terkirim di dalam sebuah email server, dan kemudian meneruskannya kedalam email client, dimana baru akan terespon ketika email tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak ( dalam hal ini adalah mereka yang memegang username dan juga password dari email ).

3. SMTP ( Simple Main Transfer Protocol )

       SMTP adalah kependekan dari ( Simple Mail Transfer Protocol ). Apabila kita artikan secara harafiah, maka bisa di katakan bawah SMTP merupakan sebuah protocol yang digunakan untuk melakukan proses transfer sebuah surat secara ( elektronik ), namun dengan menggunakan sebuah teknis yang simple dan mudah untuk di paham dan diimplementasikan.

   Penggunaan SMTP

     Prinsip dasar dan prinsip utama dari penggunaan SMTP ini adalah bahwa terdapat sebuah email server yang bertugas sebagai penampungan sementara surat elektronik, sebelum dikirimkan ke alamat email penerima. Jadi, ketika user akan mengirimkan sebuah surat elektronik, maka surat surat elektronik tersebut, yang dikirimkan oleh user akan menggunakan protocol SMTP, sehingga surat tersebut kemudian akan masuk ke dalam email server, untuk dicocokan dengan alamat email penerima / user penerima.

   Fungsi SMTP

     Digunakan untuk membantu user mengirimkan surat elektronik kepada penerima. Jadi menggunakan protocol SMTP ini, Maka anda sebagai seorang user dapat mengirimkan pesan elektronik atau email kepada penerima.


4. FTP ( File Transfer Protocol )

       FTP atau ( File Transfer Protocol ) adalah merupakan protocol internet yang di gunakan untuk urusan pengiriman data dalam jaringan komputer, seperti upload dan download file yang dilakukan oleh FTP client dan FTP server. Layanan FTP bisa di atur menjadi FTP public, dimana semua orang bisa mengakses data data yang ada di server FTP dengan mudah. 

 
   Perbedaan FTP Client Dan FTP Server.

     FTP Server merupakan server yang bertugas memberikan layanan pengiriman/tukar menukar data kepada FTP Client dengan syarat FTP Client harus meminta (Request) terlebih dahulu kepada FTP Server . Sebuah FTP Server dapat bekerja dengan koneksi aktif maupun pasif.
     FTP Client merupakan kompouter/perangkat yang meminta layanan tukar-menukar data kepada FTP Server, FTP Client dapat melakukan proses download, upload dan lain sebagainya sesuai dengan izin yang telah diberikan oleh FTP Server sebelumnya. Kebanyakan FTP Client memilih untuk menggunakan koneksi pasif secara default, karena admin server menganggap hal tersebut lebih aman.


   Fungsi FTP 

A. Kita dapat melakukan pertukaran file antar komputer dengan mudah, walaupun file tersebut mimiliki ukuran yang besar
B. Bagi pemilik website, dengan adanya FTP, mereka dapat melakukan backup website mereka dengan mudah
C. Kita dapat melakukan Indirect maupun Implicit Remote Computer
D. FTP menyediakan transfer data yang reliabel dan efesien, karena setiap pengguna tidak memerlukan tahapan-tahapan yang rumit untuk memproleh suatu file atau mentransfer file.
E.FTP memfasilitasi tiap pengguna untuk melakukan transfer data secara dua arah. Artinya jika FTP digunakan dalam sebuah perusahaan 

5. ARP ( Addres Resolution Protocol )

    ARP adalah protocol yang berfungsi memetakan IP Address menjadi MAC (Media Access Control) Address. Dia adalah penghubung  antara datalink layer dan IP Layer pada TCP/IP. Semua komunikasi yang berbaris ethernet menggunakan protocol ARP ini. Intinya setiap komputer atau device yang akan berkomunikasi pasti akan melakukan transaksi atau tukar menukar informasi terkait antara IP Address dan MAC Address.

   Cara kerja ARP

     ARP bekerja dengan mengirimkan paket berisi IP Address yang ingin diketahui alamat ethernetnya ke alamat broadcast ethernet, dan semua ethernet card akan mendengar paket ini. Host yang merasa memiliki IP address ini akan membalas paket tersebut. Dengan mengirimkan paket yang berisi pasangan IP address dan Ethernet Address.

   Fungsi ARP

     Fungsi ARP adalah untuk meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa di dapat secara dynamic. Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukan ARP setatic secara manual, dengan cara hanya membolehkan sebuah router me-reply banya untuk memasukan ARP Status pada Tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router, yang hanya untuk IP address atau MAC Address dengan Kombinasi.

6. IPv4 ( Internet Protocol versi 4 )

   Kelebihan : 

A. Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte
B.  Mengelola rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringan saja, sehingga besar informasi rute yang di simpan di router menjadi kecil.
C. Panjang alamat 32 bit (4bytes)
D. Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4
E. Dukungan terhadap IPSec opsional
F. Fregmentasi dilakukan oleh pengiriman pada router, menurunkan kerja router.

7. IPv6 ( Internet Protocol versi 6 )

   Kelebihan : 

A. Format header baru. Header baru IPv6 lebih efesien dari pada header pada IPv4 (Karna memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini di proleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional
B. Jumlah alamat yang jauh lebih besar. Dengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.
B. Infrastruktur routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai mode teknologi transmisi.
C. Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration. Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan efisien.
D. Keamanan yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
E. Dukungan  yang lebih bagus untuk QoS. Adanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
F. Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node.
Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.

   Ekstensibilitas.

Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.

      Kekurangan :

A.Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
B. Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4. 

P11-TM-Konfigurasi DHCP Client pada Switch

444; font-family: "Open Sans", "Trebuchet MS", Helvetica, sans-serif; font-size: 13.6px; font-weight: 600;">A. Pengertian

DHCP adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client.

B. Latar Belakang

Dalam sebuah jaringan yang tidak memakai DHCP untuk pemberian IP pada komputer atau host harus dilakukan secara manual, jika ada ratusan komputer atau host yang tergabung dalam jaringan local tersebut, maka seorang administrator juga harus melakukannya hingga ratusan kali, untuk itu DHCP juga dibutuhkan untuk mempermudah kita dalam memasukan IP karena DHCP akan secara otomatis mendapatkan IP jika kita telah terhubung kedalam jaringan yang sudah di setting DHCP Client.

C. Maksud dan Tujuan

Untuk mempermudah pengalokasian alamat IP ke client-client pada sebuah jaringan.

D. Alat dan Bahan

1. PC / Laptop
2. Cisco Packet Tracer

E. Jangka Waktu

7 Menit

F. Tahap Pelaksanaan 

1. Buat topologi seperti ini terlebih dahulu. N

 
2. Kemudian kita mulai menconfig pada masing - masing MultiLayer Switch. 

Switch 1


Switch>enable
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname Arya48
Arya48(config)#vlan 10
Arya48(config)#int fa0/1
Arya48(config-if)#switchport access vlan 10
Arya48(config-if)#exit
Arya48(config)#int range fa0/2-3
Arya48(config-if)#switchport access vlan 10
Arya48(config-if)#exit
Arya48config)#int vlan 10
Arya48(config-if)#ip address 192.168.17.1 255.255.255.0
Arya48(config-if)#exit
Arya48(config)#ip dhcp pool vlan10
Arya48(dhcp-config)#network 192.168.17.0 255.255.255.0
Arya48(dhcp-config)#default-router 192.168.17.1
Arya48(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8

Switch 2



Switch>enable
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname Arya48
Arya48(config)#vlan 10
Arya48(config)#int fa0/1
Arya48(config-if)#no switchport
Arya48(config-if)#ip address dhcp 

No switchport digunakan untuk mengaktifkan fitur Layer 3 agar bisa
menggunakan IP Address

3. Kita lihat di Client, apakah sudah mendapat ip yang sesuai dan Gateway

Leptop 1


Leptop 2


G. Kesimpulan

Dengan adanya sebuah DHCP ini sangat membantu seorang administrator jaringan, karena degan DHCP seorang admin tidak perlu mensetting ip satu-persatu akan tetapi sudah secara otomatis diberikan oleh sebuah DHCP Server kepada DHCP Client.


H. Referensi




P11-TM-Konfigurasi DHCP Server pada Router

A. Pengertian
DHCP adaalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

B. Latar Belakang
Dalam suatu jaringan komputer kita memerlukan alamat ip supaya dapat slaing terhubung antar host. Apabila komputer yang terhubung tidak terlalu banyak maka tidak mengapa untuk mengisi ip tersebut satu persatu, tapi bagaimana dengan komputer yang banyak dan perlu dikonfigurasi ipnya ? kita bisa menggunakan DHCP untuk hal tersebut.

C. Tujuan
- Memberi IP secara otomatis kepada client
- Memberi informasi gateway kepada client
- Memberi informasi dns server kepada client

D. Alat dan Bahan
PC
- Software Cisco Packet Tracer (bisa diunduh di bawah)

E. Langkah Kerja
1. Kita buat topologinya seperti gambar di bawah ini



2. Kita konfigurasi interface routernya yang menuju ke client yaitu interface fa 0/0. 

Router>enable
Router#configure 
terminalEnter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. 
Router(config)#interface fa 0/0 
Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.0 
Router(config-if)#no shutdownRouter
Router(config-if)#exit 

3. Kita konfigurasi DHCP Server. 

Router(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.1.2 192.168.1.10 
Router(config)#ip dhcp pool POOL-R1 
Router(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0 
Router(dhcp-config)#default-router 192.168.1.1 
Router(dhcp-config)#dns-server 192.168.1.1 
Router(dhcp-config)#exitRouter(config)#do write

Keterangan :
1. dhcp exclude = ip yang tidak akan diberikan kepada client
2. pool POOL-R1 = nama range yang kita buat
3. network = network dari ip yang akan kita beri ke client
4. default-router = informasi gateway yang akan diberikan ke client
5. dns-server = informasi dns server yang akan deberikan ke client


4. Contoh Kodingannya 




5. Kita lihat di Client, apakah sudah mendapat ip yang sesuai dan gateway+dns yang sesuai

PC1.



PC2


PC3


PC4


PC5


F. Referensi
https://fahmidwi42.blogspot.com/2016/08/konfigurasi-dhcp-server-pada-router-di.html

G. Hasil yang didapat
Client secara otomatis mendapat alamat ip, gateway DNA juga DNS

H. Kesimmpulan
DHCP adalah protokol yang bertugas memberikan alamat logik kepada client-client sehingga tidak perlu repot-repot mengkonfigurasi IP dari setiap client.

Rabu, 27 November 2019

P10-TM-Configurasi Router Cisco 2

Troubleshoot s="">tyle="background-color: white; color: #222222; font-family: sans-serif;"> merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan, dan proses penghilangan peyebab potensial dari sebuah masalah. Troubleshooting umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti pada bidang komputer, administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan kelistrikan. Dalam dunia komputer, segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer di sebut Troubleshoot. Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya dilakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang terhubung dengan Software atau spesifikasi permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahanya cukup rumit, sebaiknya install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki sebuah Software.

Disini saya akan memecahkan Troubleshoot/Masalah Configurasi Router Cisco ( Packet Tracer ) secara sederhana. ini masih nyambung tentang Blog Configurasi Router Cisco 1, Lansung Saja 

TUGAS 

1. Buatlah Sekema Jaringan Seperti Troubleshoot 1/2/3.


 

2. Gunakan Ip Address 172.168.10.1 /24 pada Router

 

3. Pastikan PC1,PC2, dan PC3 dapat berkomunikasi dengan router.
  • Test Ping Router di PC1 

  • Test Ping router di PC2

  • Test Ping Router di PC3



P10-TM-Configurasi Router Cisco 1

ty="">le="font-size: large;">Troubleshoot merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan, dan proses penghilangan peyebab potensial dari sebuah masalah. Troubleshooting umumnya digunakan dalam berbagai bidang, seperti pada bidang komputer, administrasi sistem, dan juga bidang elektronika dan kelistrikan. Dalam dunia komputer, segala sesuatu yang berhubungan dengan komputer di sebut Troubleshoot. Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya dilakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang terhubung dengan Software atau spesifikasi permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahanya cukup rumit, sebaiknya install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki sebuah Software.

Disini saya akan memecahkan Troubleshoot/Masalah Configurasi Router Cisco ( Packet Tracer ) secara sederhana. Lansung saja 

1. Troubleshoot Pertama 

    Apa penyebab PC3 tidak dapat melakukan komunikasi dengan device lain.



    Yang menyebabkan PC3 tidak dapat melakukan komunikasi dengan device lain, anda memasukan IP address PC yang berbeda dengan device lain seperti contoh gambar di atas dan seperti contoh gambar di bawah ini. 

 

Ping alamat IP address device lain (Seperti PC1,PC2) Tidak akan bisa/tidak akan berjalan.Seperti contoh gambar di bawah ini.
 

Supaya bisa berkomunikasi dengan device lain (Seperti PC1,PC2) anda samakan saja alamat IP anda dengan PC1 dan PC2. Seperti contoh gambar di bawah ini.
 

Dengan catatan anda hanya bisa mengikuti alamat IP 3 angka di depan atau bisa di sebut juga dengan Net ID, angka Telakhir/Host ID sesuai yang anda inginkan, tapi tidak boleh melewati angka 255. 

2. Troubleshoot Kedua


    Apa Penyebab PC2 tidak dapat melakukan komunikasi dengan device lain.

Yang menyebabkan PC2 tidak dapat melakukan komunikasi dengan device lain, anda memasukan Gateway yang berbeda dengan IP Address Router. Gateway (Gerbang Jaringan) adalah suatu perangat yang menghubungkan jaringan komputer yang satu atau lebih jaringan komputer dengan media komunikasi yang berbeda sehinga informasi pada saat jaringan komputer di alihkan akan berbeda dengan media jaringan yang berbeda. Seperti contoh gambar di atas dan seperti contoh gambar di bawah ini. 


Ping alamat IP address device lain (Seperti PC1,PC2) Tidak akan bisa/tidak akan berjalan.Seperti contoh gambar di bawah ini. 


Supaya bisa berkomunikasi dengan device lain (Seperti PC1,PC2) anda samakan saja alamat IP gateway router yang anda gunakan bersama PC1 dan PC2. Seperti contoh gambar di bawah ini. 

 

3. Troubleshoot Ketiga 

 

    Apa penyebab PC1,PC2,PC3 tidak dapat melakukan komunikasi dengan router 

Yang menyebabkan PC1,PC2,PC3 tidak dapat melakukan komunikasi dengan router, anda memasukan Gateway yang berbeda dengan IP Address Router. 


Ping alamat IP address Router (Seperti PC1,PC2,PC3) Tidak akan bisa/tidak akan berjalan.Seperti contoh gambar di bawah ini. 


Supaya bisa berkomunikasi dengan Router (Seperti PC1,PC2,PC3) anda samakan saja alamat IP address gateway router yang anda gunakan bersama PC1,PC2 dan PC3 . Seperti contoh gambar di bawah ini. 

 

Catatan : Caranya sama saja seperi Troubleshoot ke dua, tapi ini berbeda gateway Router dengan PC. Tidak seperti cara yang kedua yang berbeda gateaway sesama PC







Rabu, 20 November 2019

P9-Cara Configurasi Dasar Switch Cisco Dan Mengamankan Switch Cisco

     Sekarang kita akan belajar mengkonfigurasi  perangkat switch menggunakan kabel line console 0( Maksud 0 adalah 1) untuk menghubungkan ke perangkat switch nya.

Kalian buka software cisco packet tracer nya dan isikan bahan perangkat yang di gunakan.caranya klik bagian device nya lalu pasang dibagian halamannya. 


 1. Cara Menampilkan Switch Di Packet Tracer

  • Klik Network Device 
  • Klik Switches
  • Klik Switch 2960-24TT 

2. Cara Menampilkan PC Di Packet Tracer
  • Klik End Device 
  • Klik Generic Gambar Pc 

3. Cara Menampilkan Kabel Lan / UTP Di Packet Tracer + Cara Menghubungkan Kabel Lan Dari PC Ke Switch 
  • Klik Connections 
  • Klik Kabel Lan / UTP Di Samping Kabel Warna Biru
  • Klik PC + Klik FastEthernet0 
  • Klik Switch + Klik FastEthernet ( Bebas Seterah Anda ) 



4. Cara Mengatur / Menyeting Alamat IP Pada PC + Ping IP Yang Anda Buat 
  • Klik 2x Pada PC 
  • Klik Dekstop
  • Klik IP Configuration
  • Klik IP Address, Lalu Tulis Alamat IP Yang Anda Inginkan
  • Klik Command Prompt Yang Ada Di Dekstop PC
  • Lakukanlah Ping Ke Alamat Address Yang Tadi Anda Buat (Seperti Contoh : Ping 192.190.190.1) 



Oke, Sekarang Lansung Saja Ke Percobaan Konfigurasi Dasar Pada Switch Cisco. Adapun Perintah Dasar Yang Umum Di Lakukan Adalah Sebagai Berikut : 
  1. Membuat Nama Pada Switch
  2. Membuat Password Console
  3. Membuat Password Telnet
  4. Membuat Password Previleged
  5. Membuat Banner
  6. Menyimpan Hasil Konfigurasi 

5. Cara Membuat Konfigurasi Dasar Switch Cisco 
  • Klik 2x Pada Switch
  • Klik CLI Pada Switch 

Lansung Saja Di Bawah Ini Berikut Codingannya.

Merubah Nama Pada Switch 

Masuk ke mode previleged, dengan perintah: 
Switch> enable
Switch# 


Kemudian masuk ke mode global configuration
Switch# configure terminal
Switch(config)# hostname Bagol
Bagol(config)# exit
Bagol#

 
Konfigurasi diatas adalah merubah nama default dari perangkat switch menjadi Bagol


Membuat Password Console 

Bagol#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Bagol(config)#line console 0
Bagol(config-line)#password Arya
Bagol(config-line)#login
Bagol(config-line)#exit
Bagol(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
S1#   


Langkah diatas adalah pemberian password port console pada switch, efeknya akan terlihat apabila keluar dari mode previleged. 
S1# exit
Switch con0 is now available
Press RETURN to get started.

User Access Verification
Password:
Bagol>

 

 

Membuat Password Telnet

Switch>enable
Switch#config t
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#line vty 0 4
Switch(config-line)#password cisco
Switch(config-line)#login
Switch(config-line)#end
Switch#exit
Switch>exit

Perintah line vty 0 4 mengindikasikan bahwa user yang dapat mengakses ke switch hanya diperbolehkan 5 port saja, apabila lebih dari 5 port yang mengakses ke switch hasilnya tidak akan bisa.

 

Membuat Password Previleged 

Konfigurasi selanjutnya adalah Membuat Password untuk akses ke Mode Previleged
Bagol#config terminal
Bagol(config)#enable password class #tidak dienkripsi
Bagol(config)#enable secret clas #dienkripsi
Bagol(config)#exit
Bagol#


Membuat MOTD Banner 

Bagol#config t
Bagol(config)#banner motd "Belajar Konfigurasi Dasar Switch"
Bagol(config)#exit
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Bagol# 
 


Perintah diatas dilakukan untuk memberikan sebuah Pesan kepada seseorang yang akan mengakses perangkat switch. Pesan ini akan muncul ketika seseorang baru masuk ke port console.


Menyimpan Hasil Konfigurasi 

Bagol#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?[Enter]
Building configuration...
[OK] 
 

Untuk melihat hasil konfigurasi yang telah dilakukan ketik perintah berikut
Bagol#show running-config 



Nah, Itulah perintah-perintah dasar untuk melakukan Konfigurasi Dasar Switch Cisco

SEMOGA BERMANFAAT